Memuat tanggal...
Logo
Gebyar Malahayati 2026 Jadi Panggung Apresiasi bagi Mereka yang Berhasil Bangkit
News 07 August 2026, 18:05 WIB Shaddam Putra

Gebyar Malahayati 2026 Jadi Panggung Apresiasi bagi Mereka yang Berhasil Bangkit

Entah kita ingin mengakuinya ataupun tidak, perkembangan teknologi yang membuat semuanya serba daring membawa bahaya yang bisa berdampak kepada banyak orang. Salah satu bahaya yang paling mengancam masyarakat adalah permasalahan fintech berupa pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online (judol) dan investasi bodong. Potensi jeratan finansial yang dimiliki ancaman-ancaman tersebut sangatlah tinggi dan telah memakan banyak korban, menyeret mereka dalam jurang ekonomi yang sulit untuk didaki.

Yang seringkali luput dari perhatian kita dalam permasalahan tersebut adalah dampak psikologisnya terhadap korban. Beban emosional yang dapat muncul dari ketidakmampuan membayar utang sejatinya jauh lebih berbahaya dari tekanan finansial apapun, karena pertaruhannya adalah nyawa seseorang. Sudah banyak sekali korban pinjol dan judol yang mengalami depresi yang berat, di mana keputusasaan mereka membawa mereka untuk mengakhiri hidup mereka sendiri.

Sosialisasi Literasi Keuangan (Dok. Mative Media)

Atas keprihatinan dari permasalahan tersebut, Malahayati Consultant hadir untuk menjadi lembaga yang berfokus pada edukasi, pendampingan dan pemulihan bagi mereka yang terdampak oleh permasalahan fintech dan perbankan. Dengan 12 cabang yang tersebar di seluruh Pulau Jawa dan jaringan yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia, Malahayati telah membantu ratusan ribu masyarakat dari berbagai latar belakang, mengembalikan semangat hidup mereka yang sempat hilang akibat jeratan permasalahan fintech.

Sumber: Malahayati Consultant

Semangat tersebutlah yang akan mereka bawa menuju Gebyar Malahayati 2026, yang akan dihelat di Gedung Balai Sudirman, Jakarta Selatan pada 9 Agustus 2026. Acara yang diadakan oleh PT Malahayati Nusantara Raya ini bertujuan sebagai perayaan bagi semua yang berhasil terbebas dari beban finansial dan ekonomi yang dimunculkan pinjol dan judol dengan bantuan Malahayati. Acara ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah mereka lalui, sekaligus merayakan sebuah fase baru setelah berhasil melewati masa-masa penuh tekanan.

Tidak hanya untuk merayakan hal tersebut, acara ini juga menjadi bentuk apresiasi Malahayati bagi semua yang terlibat dalam ekosistem Malahayati, mulai dari karyawan, mitra, agen dan klien. Ekosistem yang berada di bawah pimpinan Ahmad Maulana (Bang Ujay) ini bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Ambulance Doklingko Malahayati, bentuk dukungan Malahayati kepada masyarakat. (Dok. Mative Media)

Ekosistem ini juga diperkuat oleh berbagai unit usaha seperti PT RUU Service, PT Nurmillah Propertindo, Warkopien, Mative Creative House, Matrix Barbershop, Matrix Snowwash, dan Matrix Digital Printing. Kehadiran berbagai sektor usaha ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang kuat, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memastikan manfaat sosial dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Bedah Rumah sebagai bentuk kolaborasi antara Malahayati dan pemerintah. (Dok. Mative Media)

Dampak positif dari ekosistem ini terhadap masyarakat dapat terlihat dari berbagai program yang telah dijalankan oleh Malahayati. Mulai dari pembinaan UMKM, pendampingan usaha, festival musik dan pasar UMKM, bedah rumah, revitalisasi kawasan serta berbagai kegiatan sosial dijalankan untuk membantu masyarakat kembali mandiri.

Satu hal yang spesial dari Gebyar Malahayati tahun ini adalah kehadiran seorang bintang tamu yang legendaris, yakni Iwan Fals. Selain untuk bersilaturahmi, beliau hadir untuk menghibur orang-orang yang telah terbantu oleh Malahayati.

Iwan Fals di Podcast MOMENTalk. (Sumber: YouTube/Mative Media)

Iwan Fals sendiri adalah seseorang yang telah begitu kritis dengan kondisi sosial masyarakat sejak begitu lama. Akhir-akhir ini, beliau mengkhawatirkan pinjol dan judol sebagai salah satu permasalahan yang begitu marak di Indonesia, namun masih luput dari perhatian pemerintah.

“Gua gogoleran di kasur aja pake ini (handphone) (...) apa sih, masalah Indonesia saat ini? Ternyata judol dan pinjol,” ujarnya dalam podcast MOMENTalk.

Bergabungnya Iwan Fals dalam acara Gebyar Malahayati adalah bentuk apresiasi beliau terhadap gerakan-gerakan sosial yang dilakukan oleh Malahayati. Iwan Fals dan Bang Ujay sebelumnya telah sering bertemu untuk mendiskusikan berbagai macam hal, dan juga telah berkolaborasi dalam acara Momenta Festival di Jakarta dan Bandung.

Percakapan Iwan Fals dan Bang Ujay di MOMENTalk. (Sumber: YouTube/Mative Media)

Bagi Iwan Fals, upaya membantu masyarakat yang sedang menghadapi persoalan finansial merupakan pekerjaan yang layak diapresiasi. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Bang Ujay dan Malahayati karena telah hadir untuk mendampingi mereka yang membutuhkan bantuan, serta berharap Malahayati dapat terus memberikan dampak positif terhadap masyarakat.

“Saya sekali lagi ingin mengucapkan berterima kasih sama Bang Ujay, karena sudah berupaya untuk membantu orang-orang yang terjerat, (...) itu pekerjaan yang mulia. Mudah-mudahan semakin banyak lagi yang terbantu dari kegiatan ini.”

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Gebyar Malahayati 2026, untuk memberikan ruang bagi para klien, mitra, agen, karyawan, dan seluruh keluarga besar Malahayati untuk saling mengapresiasi. Gebyar Malahayati menjadi momen untuk merayakan perjalanan tersebut sekaligus mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah menjadi bagian dari perjalanan Malahayati.

Bagikan Artikel: