Malahayati Consultant Gelar Seminar Nasional Bahas Pinjol, Hukum, dan Pemulihan Mental
JAKARTA — Persoalan keuangan tidak selalu cukup diselesaikan dengan kemampuan mengelola angka. Pemahaman mengenai risiko, aspek hukum, dunia kerja, hingga kesiapan mental menjadi bagian penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan dengan lebih bijak ketika menghadapi persoalan finansial.
Di tengah perkembangan layanan keuangan digital yang semakin mudah diakses, kebutuhan terhadap literasi dan edukasi masyarakat pun semakin besar. Pengetahuan menjadi bekal penting agar setiap keputusan keuangan dapat diambil dengan pertimbangan yang matang.
Hal tersebut menjadi perhatian Malahayati Consultant, yang secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan edukasi dan pembekalan bagi masyarakat, khususnya client dan calon client yang berada dalam jaringan Malahayati di berbagai wilayah.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Malahayati Consultant akan menggelar Seminar Nasional Malahayati School of Life pada Minggu, 6 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, di Gedung Pertemuan Sasana Pakarti, Pancoran, Jakarta Selatan.

Acara Seminar Malahayati
Mengangkat tema “Literasi dan Edukasi Dampak Negatif Pinjol, Pemahaman Hukum Perdata, Pidana dan Ketenagakerjaan serta Training Pemulihan Mental”, seminar ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang membahas persoalan secara lebih menyeluruh.
Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh client dan calon client Malahayati dari berbagai cabang dan daerah, mulai dari wilayah Mampang, Srengseng, Bekasi, Bogor, Bandung, Serang hingga Sukabumi.
Menjadi Bagian dari Fasilitas Rutin Malahayati
Seminar Nasional ini bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan edukasi dan pembekalan semacam ini merupakan bagian dari kegiatan serta fasilitas yang secara rutin dihadirkan Malahayati Consultant bagi client dan calon client.
Melalui kegiatan rutin tersebut, Malahayati berupaya memberikan nilai lebih kepada masyarakat yang berada dalam ekosistemnya. Client tidak hanya mendapatkan layanan, tetapi juga kesempatan untuk memperoleh wawasan, pengetahuan, dan pembekalan yang dapat digunakan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Konsep Malahayati School of Life menjadi salah satu bentuk pendekatan tersebut.
Pendidikan kehidupan tidak hanya berbicara mengenai bagaimana seseorang mengelola keuangan, tetapi juga bagaimana memahami konsekuensi dari sebuah keputusan, mengetahui hak dan kewajiban, memahami aspek hukum, menjaga kehidupan profesional, serta memiliki kemampuan untuk kembali bangkit ketika menghadapi tekanan.
Membahas Persoalan dari Berbagai Perspektif
Seminar kali ini menghadirkan pembahasan dari beberapa sisi.
Materi mengenai literasi dan dampak pinjaman online memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya mengenali risiko dalam mengambil keputusan finansial.
Kemudian, pembahasan hukum perdata dan pidana memberikan perspektif mengenai aspek hukum yang perlu dipahami masyarakat. Sementara pembahasan ketenagakerjaan memperluas pemahaman mengenai hubungan antara persoalan finansial dengan kehidupan pekerjaan.
Tidak berhenti di sana, seminar juga menghadirkan training pemulihan mental.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena persoalan finansial pada akhirnya berkaitan dengan manusia yang menjalaninya. Ketika seseorang berada dalam tekanan, kemampuan untuk tetap berpikir jernih, mengambil keputusan, dan menata kembali kehidupan menjadi bagian dari proses pemulihan.
Karena itu, Malahayati melihat edukasi sebagai proses yang lebih luas: memberikan pengetahuan, membangun kesadaran, dan membantu seseorang memiliki kesiapan untuk menghadapi kehidupan.
Mempertemukan Client dari Berbagai Wilayah
Hadirnya client dan calon client dari berbagai cabang juga menjadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dalam satu forum.
Peserta dari Pusat Mampang, KCU Srengseng, KCU Bekasi, KCP Bogor, KCP Bandung, KCP Serang, dan KCP Sukabumi akan menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Sejumlah jajaran dan narasumber Malahayati turut hadir, di antaranya Ahmad Maulana (Ujay), CEO PT Malahayati Nusantara Raya, serta Arif Rochman, Maulana Akbar, Raden Hanafie, Sharoj(i), Harry Sudrajat, Heri Iskandar, dan Dr. H. Adek Juniang Syaid, S.E., S.H., M.M., M.H., M.Kn.
Bagi Malahayati, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang tidak hanya berorientasi pada layanan, tetapi juga pada edukasi dan pemberdayaan client serta calon client.
Sebab, semakin baik seseorang memahami persoalan yang dihadapinya, semakin besar pula peluang untuk mengambil keputusan yang tepat.
Semangat tersebut dirangkum dalam pesan yang menjadi bagian dari kegiatan Malahayati:
“Kita Bantu Orang, Tuhan Bantu Kita.”
Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, Malahayati Consultant berharap edukasi dapat terus menjadi fasilitas yang memberikan manfaat nyata bagi client dan masyarakat dari berbagai daerah.
Artikel Terkait
Terjerat Pinjol Jangan Panik, Malahayati Consultant Ungkap Cara Hadapi Tekanan Kolektor
2 weeks ago
LPS Peringatkan Bahaya Pinjol Ilegal Paylater Dan Judi Online Bagi Anak Muda
2 weeks ago
Pinjol, Judol, dan Investasi Ilegal Makin Mengintai, Malahayati Consultant Edukasi Warga Srengseng
3 weeks ago