Pengakuan Ketua BEM FH UBK: Terima Rp20 Juta Setelah Demo, Sebagian Dibagikan ke Pengurus
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK), Muhammad Abdimaludin, mengakui bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp20 juta setelah terlibat dalam rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa yang belakangan menjadi sorotan publik. Pengakuan tersebut disampaikan dalam forum klarifikasi internal kampus yang dihadiri mahasiswa, dosen, dan pimpinan universitas.

Sumber: Kompas
Menurut keterangan yang terungkap dalam forum tersebut, uang Rp20 juta itu diduga diberikan dengan tujuan agar kelompok mahasiswa memindahkan lokasi demonstrasi dari kawasan depan Istana Negara ke kompleks DPR RI. Abdimaludin mengaku menerima dana tersebut, namun aksi yang direncanakan tetap berlangsung di depan Istana dan tidak jadi dipindahkan.
Kasus ini muncul setelah beredar dugaan bahwa sejumlah mahasiswa yang sempat bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima uang bayaran. Dalam klarifikasi yang disampaikan pihak BEM FH UBK, mereka membantah tuduhan bahwa dana tersebut merupakan bayaran untuk mendukung pemerintah. Mereka menegaskan bahwa uang yang diterima berkaitan dengan upaya pengalihan titik aksi, bukan sebagai imbalan untuk mengubah sikap politik mahasiswa.
Dalam pengakuannya, Abdimaludin juga menjelaskan bahwa dana Rp20 juta tersebut tidak digunakan sendiri. Sebagian uang disebut dibagikan kepada beberapa pengurus dan ketua organisasi mahasiswa lainnya yang terlibat dalam aksi. Berdasarkan keterangan yang terungkap dalam forum, Wakil Ketua BEM FH UBK menerima Rp2,5 juta, seorang rekan mahasiswa lainnya menerima Rp2,5 juta, sementara sisanya dibagikan kepada sejumlah pihak yang ikut dalam koordinasi demonstrasi.
Pengakuan tersebut memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa UBK. Sejumlah mahasiswa menilai penerimaan uang itu telah mencederai independensi gerakan mahasiswa, terlepas dari apakah tujuan pemberian dana tersebut benar-benar untuk memindahkan lokasi aksi atau tidak. Mereka mendesak pihak kampus membentuk tim investigasi independen guna mengusut dugaan keterlibatan berbagai pihak dalam pemberian dana tersebut.
Kontroversi semakin berkembang karena selama proses klarifikasi muncul beberapa versi mengenai sumber dana yang diterima. Dalam forum tersebut beredar informasi yang menyebut adanya pihak luar, termasuk oknum tertentu, yang diduga menjadi pemberi dana. Namun, hingga kini asal-usul uang tersebut masih menjadi perdebatan dan belum ada kesimpulan resmi dari hasil investigasi kampus maupun aparat terkait.
Sumber: Kompas