WHO Resmi Nyatakan Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Berakhir
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar ekspedisi MV Hondius telah resmi berakhir, setelah tidak ditemukan lagi kasus baru dan seluruh kontak erat terakhir menyelesaikan masa pemantauan tanpa hasil positif.
Pengumuman tersebut disampaikan setelah individu terakhir yang dipantau menyelesaikan karantina dan dinyatakan negatif terhadap infeksi. Sejak 25 Mei 2026, tidak ada lagi kasus baru yang teridentifikasi, sehingga WHO menilai rantai penularan telah terputus.
Wabah ini bermula dari pelayaran MV Hondius yang berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada awal April 2026. Kapal tersebut mengangkut sekitar 150 penumpang dan awak dari lebih dari 20 negara dalam perjalanan menuju Antartika dan sejumlah pulau terpencil di Atlantik Selatan.
Selama pelayaran, sejumlah penumpang mengalami gejala penyakit pernapasan berat. Investigasi kemudian mengonfirmasi bahwa penyebabnya adalah Andes virus, salah satu varian hantavirus yang langka. Berbeda dengan sebagian besar hantavirus lain yang umumnya menular melalui paparan kotoran atau urin hewan pengerat, Andes virus merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat.
Secara keseluruhan, wabah tersebut menyebabkan 13 kasus infeksi dan tiga kematian. WHO bersama otoritas kesehatan di sekitar 30 negara melakukan pelacakan terhadap lebih dari 650 orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien. Seluruh kontak yang dipantau akhirnya dinyatakan negatif sehingga status wabah dapat dicabut.
Meski wabah telah berakhir, WHO menegaskan bahwa penelitian terhadap Andes virus akan tetap dilanjutkan. Organisasi tersebut bersama berbagai lembaga kesehatan internasional berencana meningkatkan riset mengenai metode diagnosis, pengobatan, hingga pengembangan vaksin untuk menghadapi kemungkinan kejadian serupa di masa mendatang.
Sejak wabah pertama kali terdeteksi pada Mei lalu, WHO berulang kali menekankan bahwa risiko bagi masyarakat umum tergolong rendah. Penularan antar manusia pada Andes virus membutuhkan kontak yang sangat dekat dan berkepanjangan, sehingga kemampuannya menyebar jauh lebih terbatas dibandingkan virus pernapasan seperti COVID-19.
Selama proses penanganan, penumpang MV Hondius dipulangkan ke negara masing-masing dengan pengawasan kesehatan ketat, sementara sejumlah pasien menjalani perawatan di berbagai rumah sakit di Eropa, Afrika Selatan, dan Amerika Utara. Upaya koordinasi internasional, pelacakan kontak, serta karantina dinilai menjadi faktor utama yang berhasil menghentikan penyebaran wabah tersebut.
Para pakar kesehatan menyebut kejadian di MV Hondius menjadi pengingat penting bahwa penyakit langka sekalipun dapat menyebar secara internasional melalui perjalanan global. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa tidak ada indikasi wabah ini berkembang menjadi pandemi, dan hingga kini WHO tetap menilai ancaman terhadap populasi dunia berada pada tingkat rendah.