Memuat tanggal...
Logo
Dokumenter Bongkar Sisi Lain Pep Guardiola di Tahun-Tahun Terakhirnya Bersama Man City
Sport 18 August 2026, 20:07 WIB Shaddam Putra

Dokumenter Bongkar Sisi Lain Pep Guardiola di Tahun-Tahun Terakhirnya Bersama Man City

Nama Pep Guardiola selama ini identik dengan kesuksesan, trofi, permainan menyerang dan tentu saja Manchester City. Namun, sebuah dokumenter terbaru justru memperlihatkan sisi Guardiola yang jauh lebih manusiawi, termasuk saat dirinya berada di titik paling sulit selama menangani klub tersebut.

Dokumenter berjudul A Beautiful Obsession yang tayang di Prime Video merekam dua musim terakhir Guardiola bersama Manchester City. Serial empat episode ini tidak hanya memperlihatkan bagaimana City berusaha mempertahankan dominasinya, tetapi juga berbagai persoalan yang terjadi di balik ruang ganti. Dokumenter tersebut dijadwalkan tayang pada 19 Agustus 2026 di Inggris dan Irlandia.

Salah satu bagian yang cukup menarik adalah ketika Guardiola mulai mempertanyakan masa depannya sendiri. Setelah City mengalami rangkaian hasil buruk pada musim 2024/25, pelatih asal Spanyol itu bahkan sempat mengatakan kepada pihak klub bahwa mungkin sudah waktunya untuk berhenti. Guardiola yang biasanya terlihat tenang dan penuh kendali ternyata juga sempat merasa kehabisan energi. Dalam dokumenter tersebut, ia mengakui bahwa dirinya merasa sudah tidak memiliki tenaga yang sama seperti sebelumnya. Pada akhirnya, ia memang meninggalkan Manchester City setelah satu dekade menangani klub tersebut.

Masalah Guardiola ternyata bukan hanya soal sepak bola. Dokumenter itu juga membuka cerita mengenai kehidupan pribadinya, termasuk perpisahannya dengan Cristina Serra setelah menjalani hubungan selama sekitar 30 tahun. Dalam salah satu momen emosional di ruang ganti, Guardiola bahkan menjadikan kehidupan pribadinya sebagai gambaran untuk menjelaskan pentingnya gairah kepada para pemain. Ia mengaku masih mencintai mantan istrinya, tetapi merasa gairah dalam hubungan mereka sudah hilang.

Situasi di ruang ganti City juga tidak selalu harmonis. Salah satu konflik yang terekam adalah perselisihan Guardiola dengan Kyle Walker setelah kekalahan dari Liverpool pada Desember 2024. Walker merasa dirinya terus-menerus disorot Guardiola, sementara sang pelatih menilai sang bek tidak menjalankan perannya sebagai kapten dengan baik. Tak lama kemudian, Walker dipinjamkan ke AC Milan sebelum akhirnya meninggalkan City. Ada pula kisah Kevin De Bruyne yang cukup emosional. Setelah satu dekade menjadi salah satu pemain terpenting City, De Bruyne akhirnya harus meninggalkan klub ketika kontraknya berakhir. Guardiola sendiri disebut sangat berat menerima keputusan tersebut. De Bruyne pun ternyata masih ingin bertahan di Manchester, terutama karena alasan keluarga.

Dokumenter ini tidak hanya membongkar drama ruang ganti. Proses City membangun ulang skuad juga ikut diperlihatkan. Klub menggunakan puluhan indikator dalam sistem analisis mereka untuk mencari pemain yang dianggap mampu menggantikan peran De Bruyne. Salah satu nama yang akhirnya dipilih adalah Rayan Cherki, meski sebelumnya terdapat kekhawatiran mengenai karakter sang pemain.

Di balik kesuksesan Manchester City dan sosok Guardiola yang terlihat nyaris sempurna, ada tekanan, konflik, kehilangan, bahkan keraguan. Sepuluh tahun Guardiola di Manchester City memang dipenuhi trofi, namun terlihat bahwa mempertahankan kesuksesan selama itu ternyata punya harga yang tidak kecil

Bagikan Artikel: