Memuat tanggal...
Logo
Miguel Almiron Diusir Wasit di Piala Dunia 2026, Langgar Aturan Baru FIFA soal Menutupi Mulut
Sport 20 June 2026, 14:28 WIB Shaddam Putra

Miguel Almiron Diusir Wasit di Piala Dunia 2026, Langgar Aturan Baru FIFA soal Menutupi Mulut

Gelandang Paraguay Miguel Almiron mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia, namun dengan cara yang semestinya ingin ia lupakan. Mantan pemain Newcastle United itu menjadi pesepak bola pertama yang menerima kartu merah karena melanggar aturan baru FIFA terkait larangan menutupi mulut saat berbicara kepada lawan.

Sumber: REUTERS

Insiden tersebut terjadi dalam laga Grup D Piala Dunia 2026 antara Paraguay dan Turki di Levi's Stadium, San Francisco, Jumat (19/6/2026) waktu setempat. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Paraguay 1-0, Almiron diusir keluar lapangan menjelang turun minum setelah terekam VAR tengah mengkonfrontasi bek Turki, Mert Müldür, sambil menutupi mulutnya dengan tangan.

Wasit yang mengepalai laga tersebut, Ivan Barton, mendapat rekomendasi dari VAR dan meninjau tayangan ulang di monitor tepi lapangan. Ia pun memutuskan mengeluarkan kartu merah langsung untuk Almiron.

Keputusan tersebut merupakan penerapan pertama aturan baru FIFA yang mulai diberlakukan pada Piala Dunia 2026. Regulasi itu melarang pemain menutupi mulut dengan tangan, lengan, atau bagian pakaian saat berbicara kepada lawan maupun wasit dalam situasi konfrontatif. Tujuannya adalah meningkatkan transparansi di lapangan serta mencegah potensi ujaran diskriminatif, rasis, atau penghinaan yang sulit dideteksi karena gerakan menutup mulut.

Aturan tersebut muncul setelah insiden kontroversial yang melibatkan pemain Benfica Gianluca Prestianni dan bintang Real Madrid Vinicius Junior. Dalam pertandingan Liga Champions musim lalu, Prestianni dituduh melontarkan komentar diskriminatif sambil menutupi mulutnya sehingga sulit dibuktikan secara visual. Kasus itu mendorong FIFA dan IFAB memperketat regulasi terkait komunikasi di lapangan.

Meski kehilangan Almiron sejak akhir babak pertama, Paraguay berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 hingga laga usai. Gol tunggal kemenangan dicetak Matías Galarza hanya 65 detik setelah kick-off, yang sejauh ini menjadi gol tercepat di Piala Dunia 2026.

Sepanjang babak kedua, Turki mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola hampir 80 persen dan melepaskan lebih dari 30 tembakan. Namun mereka gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk membongkar pertahanan Paraguay yang tampil disiplin.

Kekalahan tersebut membuat Turki tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan beruntun di Grup D. Sebaliknya, Paraguay menjaga peluang lolos ke fase 24 besar dan akan menjalani laga penentuan melawan Australia pada pertandingan terakhir grup.

Insiden Almiron langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola. Sebagian pihak mendukung langkah FIFA karena dianggap membantu memberantas ujaran diskriminatif di lapangan. Namun tidak sedikit yang menilai hukuman kartu merah terlalu berat untuk pelanggaran yang selama ini dianggap sebagai gestur biasa dalam sepak bola.

Sumber: BBC, Independent

Bagikan Artikel: