NBA Batalkan Laga Pramusim di Timur Tengah, Konflik Regional Menjadi Alasan Utama
NBA dipastikan tidak akan menggelar pertandingan pramusim (preseason) di kawasan Timur Tengah untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir. Keputusan tersebut diambil di tengah memanasnya situasi geopolitik akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran, serta konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Sumber: Ragil Putri Irmalia/ mainbasket.com
Menurut laporan ESPN yang ditulis oleh Ramona Shelburne dan Brian Windhorst, NBA memilih menunda seluruh rencana penyelenggaraan NBA Global Games di Timur Tengah demi mempertimbangkan faktor keamanan. Selama empat tahun terakhir, liga rutin menggelar pertandingan pramusim di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan basket NBA ke pasar internasional.
NBA sebenarnya telah berdiskusi dengan beberapa tim, termasuk Cleveland Cavaliers, Miami Heat, Brooklyn Nets, dan Washington Wizards, untuk tampil pada rangkaian laga pramusim 2026. Selain Abu Dhabi, liga juga sempat mempertimbangkan Doha, Qatar, sebagai tuan rumah pertandingan NBA untuk pertama kalinya. Namun, seluruh rencana tersebut akhirnya ditunda karena kondisi keamanan di kawasan dinilai belum kondusif.
Meski demikian, keputusan ini tidak berarti kerja sama NBA dengan Uni Emirat Arab berakhir. Pada awal 2026, NBA dan Department of Culture and Tourism Abu Dhabi justru memperpanjang kemitraan jangka panjang yang mencakup penyelenggaraan NBA Global Games, program pengembangan basket, hingga pendirian NBA Global Academy di Abu Dhabi. Liga disebut masih berkomitmen untuk kembali menggelar pertandingan pramusim di wilayah tersebut ketika situasi memungkinkan.
Penundaan ini menjadi perubahan signifikan dalam strategi ekspansi global NBA. Sejak 2022, Abu Dhabi telah menjadi salah satu destinasi utama pertandingan pramusim yang mempertemukan sejumlah tim NBA sebelum musim reguler dimulai. Tahun lalu, misalnya, New York Knicks dan Philadelphia 76ers memainkan dua laga pramusim di Etihad Arena, yang disambut antusias oleh para penggemar basket di kawasan Timur Tengah.
Untuk saat ini, fokus NBA akan kembali tertuju pada penyelenggaraan pramusim di Amerika Utara dan sejumlah pasar internasional lain yang dinilai lebih stabil. Sementara itu, rencana membawa pertandingan NBA ke Timur Tengah diperkirakan baru akan dipertimbangkan kembali setelah kondisi keamanan di kawasan tersebut membaik.
Sumber: Reuters, ESPN, Yahoo Sports, mainbasket.com
Artikel Terkait
Isack Hadjar Absen di GP Belanda, Liam Lawson Dapat Kesempatan Kedua di Red Bull
1 month ago
Dokumenter Bongkar Sisi Lain Pep Guardiola di Tahun-Tahun Terakhirnya Bersama Man City
1 month ago
Russell Westbrook Pensiun dari NBA, Sang Raja Triple-Double Akhirnya Gantung Sepatu
1 month ago