Prabowo Terima Presiden Belarus di Istana, Kerja Sama Pangan hingga Penerbangan Jadi Fokus
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta pada hari Kamis (2/7/2026). Penyambutan dilakukan dengan upacara kenegaraan yang diawali dentuman meriam kehormatan, pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara, inspeksi pasukan, serta perkenalan delegasi Indonesia dan Belarus.

Sumber: detik
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Belarus, sekaligus menindaklanjuti komunikasi kedua negara yang dalam beberapa tahun terakhir semakin intensif. Setelah penyambutan resmi, kedua kepala negara menggelar pertemuan terbatas dan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral bersama delegasi masing-masing negara.
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, meliputi ekonomi, perdagangan, pertanian, ketahanan pangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga kebudayaan. Salah satu agenda penting kunjungan ini adalah peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030, yang diharapkan menjadi kerangka kerjasama jangka menengah antara Indonesia dan Belarus.
Selain itu, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global, serta mendorong implementasi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Pemerintah Indonesia memandang Belarus sebagai mitra penting di kawasan Eurasia, terutama setelah Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) menandatangani perjanjian perdagangan bebas pada Desember 2025.
Salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah apresiasi Presiden Lukashenko terhadap rencana Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belarus. Menurut Lukashenko, kehadiran kantor perwakilan diplomatik akan mempermudah koordinasi dan memperkuat hubungan kedua negara di berbagai bidang.
Lukashenko juga menyambut baik usulan pembukaan rute penerbangan langsung antara Indonesia dan Belarus. Ia menilai konektivitas udara akan memperlancar mobilitas masyarakat, pelaku usaha, serta memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata di masa mendatang.
Presiden Prabowo menyatakan Indonesia berkomitmen memperluas hubungan dengan Belarus melalui kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan. Kunjungan kenegaraan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam hubungan bilateral kedua negara, tidak hanya di bidang diplomatik, tetapi juga dalam peningkatan kerja sama ekonomi dan konektivitas antarmasyarakat.
Artikel Terkait
APBN 2026 Tetap On Track di Tengah Dinamika Global, Suahasil Nazara: Keuangan Negara Aman dan Resilien!
6 days ago
Hubungan Israel-Inggris Makin Panas, Netanyahu Lempar Sindiran Kontroversial
1 month ago
Dana Umrah Rp94 Miliar Diduga Raib, Kepercayaan Calon Jemaah Kembali Diuji Setelah Tersangka Baru Muncul
1 month ago